Tampilkan postingan dengan label intermediet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label intermediet. Tampilkan semua postingan

Pengertian MPC Rate Statement



Brokerforexindo - Monetary Policy Comittee atau sering disingkat dengan MPC adalah sebuah komite bersama pada lembaga Bank Of England yang bertugas untuk mengatur tingkat suku bunga yang berlaku secara nasional di negeri Inggris Raya. Komite ini menerbitkan rilis setiap bulan yang berisi tentang pemberlakuan sukju bunga acuan pada negeri tersebut. 

Trader dengan metode analisa fundamental biasa menanti rilis yang dikeluarkan oleh komite ini. Gunanya adalah untuk menganalisa nilai tukar mata uang Pondsterling terhadap mata uang negara lain. Efek dari pemberlakuan tingkat suku bunga yang berbeda akan menghasilkan nilai yang berbeda. sebagai contoh misalnya komite ini mengeluarkan kebijakan pemberlakuan tingkat suku bunga yang lebih rendah dari rilis sebelumnya. maka para analis ekonomi dan kita sebagai orang awam pun akan melihat ini sebagai sebuah peningkatan ekonomi fundamental negara tersebut.

Meningkatnya perekonomian secara fundamental akan meningkatkan permintaan terhadap mata uang yang bersangkutan. seiring meningkatnya permintaan yang tidak diimbangi dengan penawaran akan menyebabkan kenaikan harga pada nilai mata uang yang bersangkutan. Efek yang disebabkan oleh rilis ini relatif besar, sehingga berpotensi mendapatkan keuntungan yang besar.

Pengertian MPC Rate Statemen yaitu berita yang dirilis oleh komite kebijakan keuangan (Monetary Policy Comitte) yang berisi tentang suku bunga yang berlaku di negara Inggris. Berita ini dirilis setiap bulan dan memiliki efek yang cukup tinggi pada nilai tukar mata uang.

Teknik Averaging, jalan cepat menuju MC



Averaging secara bahasa dapat diartikan sebagai merata-ratakan. Dalam dunia trading forex Teknik averaging diartikan sebagai sebuah teknik trading dengan rules melakukan open posisi searah open posisi pertama pada jarak tertentu. Teknik ini sebenarnya sudah lama ada, bahkan sebelum forex di buat, averaging sudah biasa digunakan. Sebut saja pada jaman sebelum romawi kuno sebelum teknologi canggih saat ini digunakan, teknik averaging biasa digunakan dalam berperang. 

Busur panah dilepaskan berdasarkan metode averaging dimana pasukan pemanah lapis kedua memanah kearah musuh sebelum pasukan pemanah pertama berhasil mengalahkan musuh. Strategi ini berhasil mengalahkan musuh-musuhnya dalam waktu singkat. Dalam aplikasinya di trading forex berarti bahwa kita akan melakukan open buy sebelum open buy pertama kelar dari floating minusnya. 

Kelebihan

Teknik ini memiliki beberapa kelebihan yang mungkin akan membuat kita patut untuk mencobanya. Berikut keuntungannya bila menggunakan teknik averaging :

1. Lebih stabil

Karena teknik ini selalu memperlihatkan trend jangka panjang, maka keuntungan yang di dapat lebih stabil. Stabil disini adalah bahwa keuntungan yang didapatkan cenderung sama dalam kuantitas dan waktu perolehan keuntungan. Beberapa pengalaman dari pengguna teknik ini mampu menghasilkan profit yang kontinyu selama tiga bulan dalam kuantitas yang sama. Teknik ini juga biasa digunakan pada expert advisor dengan target profit sekitar 5% perhari.

2. Lebih aman

Dengan transaksi yang sama / searah maka keamanan akan terjaga selama kita mampu membaca trend dengan baik. Semakin trend searah dengan open posisi yang kita lakukan, maka akan semakin besar keuntungan yang kita dapatkan. Bahkan beberapa trader ada yang mengkombinasikan dengan metode compounding atau martingale dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar dalam waktu yang relatif singkat.

3. Lebih menghasilkan


Teknik ini berpeluang menghasilkan keuntungan yang lebih banyak dibanding dengan teknik trading yang lain jika kita bisa mensiasatinya dengan benar. Perpaduan dengan metode compounding dan martingale akan melipatgandakan keuntungan dalam waktu singkat. 

Kekurangan

Teknik averaging memiliki kelemahan yang juga perlu anda pertimbangkan sebelum menggunakan teknik ini. Kelemahan teknik ini terkait dengan dinamisme pasar forex yang sangat volatil. Berikut ini adalah kelemahan teknik averaging :

1. Rawan MC pada trend yang berlawanan arah

Teknik Averaging memang menjanjikan profit yang besar dalam waktu singkat, atau profit yang konsisten dalam beberapa saat. Namun teknik ini bisa menjadi pembunuh trading anda jika open posisi yang anda gunakan tidak searah dengan trend yang sedang terjadi. Open posisi yang berlawanan arah akan semakin menambah floating minus yang kita punya. Floating minus yang ada tentu akan semakin bertambah jika kita menggunakan averaging, sehingga peluang untuk MC akan lebih cepat terjadi jika dibanding teknik lain. Ibarat busur panah, jika anda mengarahkan busur kearah muka anda sendiri dan berkali kali maka anda yang akan terkena busur panah tersebut, dan musuh akan menang.

2. Membutuhkan MM yang besar

Teknik ini menggunakan transaksi yang berkali kali, sehingga akan menambah margin yang anda gunakan. Untuk meminimalisir kerugian, maka anda perlu menggunakan money manajemen yang bijak dalam skala besar. Besar disini adalah ketahanan transaksi terhadap modal yang harus cukup banyak.

3. Hanya cocok untuk pair yang sering trending

Tidak semua pair memiliki volatilitas tinggi. Beberapa pair hanya bergerak pada range harga tertentu saja, sehingga jarang terjadi trending harga. Ketika trending jarang terjadi maka keuntungan pun akan semakin sulit didapat. Atau setidaknya anda tidak dapat memaksimalkan keuntungan.

Teknis 

Teknik averaging biasanya menggunakan jarak melebihi 20 atau 30 pips untuk mengulangi setiap open posisi yang sama. Sehingga akan menghasilkan skema sebagai berikut :

Pada gambar diatas dapat kita lihat bahwa saya melakukan open posisi setelah harga terfloating 20 pips. Setiap kali chart bergerak negatif 20 pips saya melakukan open posisi yang sama yaitu sell. 

Jalan menuju MC

Teknik Averaging banyak digunakan oleh trader pemula dan beberapa trader profesional yang memanfaatkan robot trading. Secara teknis, teknik ini mudah digunakan karena anda tidak perlu melakukan analisis untuk menerapkannya. Kalaupun anda harus melakukan analisis hal itu sebatas untuk mengetahui arah trend saja. Selebihnya anda tidak perlu analisis lagi. Tetapi Banyak orang takut menggunakan sistem ini, karena kita terancam akan mengalami floating berkepanjangan. Akhir sebuah floating hanya dua pilihan yaitu kita harus mengorbankan trading yang kita lakukan atau menunggu lebih lama untuk bisa profit kembali jika balance masih mampu menahan floating berkepanjangan. 

Jika semua dapat berakhir di sini, akan close open posisi dengan kerugian (MC), atau menunggu hingga tahun depan atau bulan depan maka akan sangat sedikit peluang anda meraih kesuksesan menggunakan teknik ini.

Pengertian Core Durable Goods Orders


Sebagai seorang trader, anda tidak cukup dengan mengandalkan analisis teknikal saja. jika anda ingin memaksimalkan keuntungan yang ingin didapat maka anda perlu menggunakan juga teknik analisis fundamental. analisis ini menggunakan kondisi ekonomi riil di suatu negara untuk melakukan analisis pergerakan harga. prinsipnya jelas, kondisi ekonomi menggambarkan kekuatan nilai tukar suatu negara.

ada korelasi yang jelas antara kondisi ekonomi suatu negara dengan nilai tukar mata uang suatu negara. untuk mengetahui kondisi ekonomi suatu negara kita dapat melihatnya melalui pemberitaan yang muncul. berita dapat kita ambil dari sumber pemerintah maupun non pemerintah.

Diantara indikator ekonomi yang ada, saya akan membahas tentang indikator core durable goods orders.

Core Durable Goods Orders adalah sebuah varian dari indikator Durable Goods Orders dimana nilainya didapat dari nilai Durable Goods Orders dikurangi dengan total nilai komponen Transportasi. Nilai permintaan di sektor transportasi yang sering berubah-ubah nilainya dapat membuat nilai Durable Goods Orders menjadi tidak tetap nilainya. Akibatnya trend harga dan inflasi sektor barang bahan baku menjadi tidak tetap. 

Pada perjalanannya Para trader lebih memperhatikan indikator ini ketimbang indikator Durable Goods Orders itu sendiri. Hal ini dikarenakan efek rilis berita core durable goods order lebih fantastis terhadap nilai tukar mata uang. Jika Core Durable Goods Orders naik maka nilai mata uang negara setempat juga akan cenderung mengalami kenaikan.

contohnya misal rilis berita core durable goods orders di Amerika naik, maka USD akan mengalami penguatan. dan mata uang yang berpasangan dengan USD akan terkena pengaruhnya pula.

Analisa Simple Moving Average

Analisa Simple Moving Average adalah sebuah analisa yang bekerja dengan cara menghitung rata-rata pergerakan harga pada periode tertentu. Dengan mengetahui pergerakan harga yang terjadi pada periode sebelumnya, setidaknya kita akan mendapatkan gambaran mengenai arah trend yang terjadi saat ini. Dengan demikian kita akan bisa membuat sebuah keputusan yang tepat. Ada beberapa aturan main yang perlu kita patuhi agar teknik ini bisa berjalan sesuai rencana, diantaranya yaitu : 


  • Tentukan arah trend (SMA 55) 
  • Lakukan OP pada sesi London dan Amerika 
  • Open sesuai arah 
  • Tentukan entry poin 
  • Tentukan exit point (TP dan SL) 
  • Set periode : 5 dan 25 apply to close 
  • Time frame : m15 


Tentukan arah tren


Pertama sebelum masuk pasar, yang perlu kita lakukan adalah mengamati arah pergerakan pasar. Arah pergerakan pasar yaitu kecenderungan pergerakan harga yang terjadi pada periode sebelumnya. Pada umumnya pasar bergerak pada arah naik (Bullish), turun (Bearish) dan fluktuatif (ranging). Untuk bisa mengetahui arah pergerakan pasar, kali ini kita akan menggunakan indikator simple moving average pada periode 55 apply to close. Secara umum line yang divisualisasikan oleh indikator ini akan menggambarkan arah trend yang ada. Dengan demikian kia dapat melihat arah pergerakan harga, sehingga keputusan open posisi yang kita lakukan, setidaknya tidak berlawanan dengan trend harga.


Lakukan OP pada sesi London dan Amerika


Sebenarnya anda bisa saja melakukan open posisi di market manapun, namun kali ini kami sarankan agar anda melakukanya di market London dan Amerika. Hal ini dilakukan agar kita bisa mendapatkan fluktuasi harga yang cukup tinggi. Sebagaimana kita ketahui bahwa market london dan amerika merupakan market yang paling ramai transaksinya. Banyaknya transaksi yang terjadi mendorong terbentuknya fluktuasi harga yang fantastis disamping juga likuiditas yang tinggi. Dengan demikian kita bisa mendapatkan profit yang lebih maksimal dibanding jika kita melakukan open posisi pada market yang lain.


Open posisi sesuai arah tren


Untuk aturan main yang satu ini saya kira tidak perlu dijelaskan lagi, anda hanya perlu melakukan open posisi pada arah yang benar (sesuai dengan arah pergerakan harga saat ini) karena jika anda melakukan OP dengan arah yang berlawanan, bisa jadi anda akan rugi. 


Tentukan entrry poin


Setelah anda mengetahu arah tren maka saat ini adalah waktunya untuk menentukan entry poinnya. Buatlah sebuah keputusan mengenai pada harga berapa anda akan melakukan order. Dan tentunya anda sudah menentukan pula jenis order yang anda akan lakukan. Yang perlu dicatat adalah lakukanlah open posisi setelah close candle. Open posisi yang dilakukan sebelum close candle lebih berisiko salah arah dibanding jika anda melakukanya setelah close candle.


Tentukan exit poinnya


Segera setelah anda melakukan order, tentukanlah close posisi yang akan anda lakukan. Close posisi bukan hanya mengenai take profit tetapi juga stop loss yang akan anda ambil. Hal ini dilakukan agar profit dan loss yang anda alami bisa lebih terencana.


Set periode ke periode 5 dan 25 apply to close


Pada properti indikator ini, lakukan setting periode ke periode 5 dan 25 apply to close. Hal ini menandakan bahwa indikator ini menghitung rata-rata pergerakan harga pada 5 candle dan 25 candle. Pada operasionalnya nanti kedua indikator ni bisa saling berlsilangan (cross) pada sat itulah anda bisa melakukan open posisi, dengan menentukan close candlenya juga.


Time frame M15


untuk bisa mendapatkan profit yang lebih cepat kali ini kita memilih time frame m 15. Time frame ini biasa digunakan oleh scalper, yaitu trader yang menggunakan teknik tertentu agar bisa mendapat profit secepat mungkin.


Dibawah ini anda akan melihat preview chart untuk lebih memudahkan anda memahami bagaimana indikator atau teknik analisa ini bekerja , selamat mencoba !





Indikator Bolinger Band

Bolinger band adalah indikator trading forex yang bekerja dengan cara mengukur tingkat volatilitas pasar. Indikator yang muncul dari kebutuhan terhadap band-band perdagangan adaptif dan observatif terhadap pasar ini meyakini bahwa pasar bergerak secara dinamis, bukan statis seperti yang diyakini oleh banyak orang saat itu. Oleh karena itu John Bolinger sebagai penemu indikator ini mencoba mendefinisikan kapan pasar akan sangat volatil dan kapan pasar akan bergerak stagnan melalui tiga band yang ada pada indikator ini.



Gambar : bolinger band terdiri dari tiga band


Tiga band yang ada tersebut yaitu : band atas band tengah dan band bawah. Band atas mengindikasikan adanya kekuatan permintaan, band tengah menggambarkan kondisi equilibrium atau rata rata sedangkan band bawah menggambarkan penawaran. Dari ketiga band tersebut kita bisa membuat sebuah keputusan untuk entry pasar, yaitu dengan memperhatikan posisi harga saat ini terhadap ketiga band yang ada. 


Harga menyentuh band atas menunjukan bahwa tekanan permintaan (buy) mengalami penguatan, jika ini diikuti dengan melemahnya tingkat penawaran (band bawah menjauh dari band atas) maka volatilitas harga akan segera terjadi berupa kenaikan harga. Sebagaimana bunyi hukum permintaan yang menyatakan bahwa jika permintaan tinggi sedangkan penawaran melemah akan terjadi kenaikan harga. 




Harga menyentuh band tengah, atas, dan bawah dengan tidak diikuti pelebaran band atas dan bawah mengindikasikan bahwa sedang terjadi konsolidasi atau tawar menawar antara kekuatan jual dan kekuatan beli. Sehingga yang terjadi disini adalah sebuah pergerakan harga yang berupa sideways, dimana harga bergerak pada range harga tertentu.


Harga menyentuh band bawah menunjukan bahwa tingkat penawaran yang sedang terjadi mengalami penguatan/peningkatan. Jika hal ini diikuti dengan pelemahan tingkat permintaan (band atas bergerak mendekati band bawah/menyempit) maka gejolak harga juga akan segera terjadi. Perbedaanya disini adalah bahwa saat ini yang terjadi berupa gejolak penurunan harga yang disebabkan oleh menguatnya penawaran yang diikuti oleh melemahnya penawaran.


Tujuan penggunaan indikator ini adalah untuk mengetahui kapan pasar bergerak trending dan kapan pasar sideways. Indikasinya adalah ketika band melebar dan menyempit maka saat itulah volatilitas harga sedang terjadi. Anda bisa memanfaatkan momen ini untuk menyesuaikan order yang sedang berjalan ataupun untuk membuat order baru. Harga yang cenderung bergerak trending akan lebih cocok untuk anda menentukan target lebih tinggi dari target saat harga sedang sideways. Jika anda merupakan salah satu trader yang menggunakan metode scalping anda bisa bermain saat bolinger band menunjukan sideways, dan jika anda tipe trader yang suka take profit dalam jumlah besar (intraday/swing trader) anda bisa bermain saat bolingerband mengindikasikan trending.


Indikator ini saya rekomendasikan bagi anda khususnya untuk konfirmasi saja karena kita tidak bisa menentukan seberapa jauh pasar akan terus trending dan kapan akan terjadi pembalikan harga. Anda bisa gunakan pola grafik untuk melakukan detail eksekusinya. Tidak ada indikator yang sempurna, tetapi bukan berarti indikator tidak ada gunanya. Gunakan money management yang bijak, kontrol psikologi trading anda dan ikuti sistem trading dengan disiplin, salam trader !



Trading Forex menggunakan indikator brokerforexindo.blogspot


Perhatikan baik baik gambar diatas, di zoom bila perlu. Pergerakan chart searah dengan kedua indikator tersebut. Bayangkan ketika itu anda melakukan transaksi ( buy ) 10 lot, maka dalam 6 hari trading forex, anda telah berhasil mendapatkan 3500 USD ( 10 lot x 350 poin = 3500 USD ) tanpa anda harus menganalisa pasar. Penulis bukan bermaksud untuk menyombongkan diri dengan berkata demikian, namun memang penulis tidak menggunakan analisa pasar yang begitu rumit, dan penulis sendiri tidak pernah terpengaruh berita yang ada, bahkan ketika OBAMA mati sekalipun penulis masih kokoh dengan keputusan buy apabila memang sinyal telah menunjukan isyarat buy. penasaran bagaimana trik yang penulis lakukan?

Penulis memahami bahwa pergerakan harga dipengaruhi oleh aktivitas pelaku pasar. harga naik terjadi saat permintaan tinggi sedangkan penawaran rendah, harga cenderung stagnan saat transaksi sepi, dan kejenuhan pasar akan mengubah arah trend harga. namun demikian bukan berarti kita harus meninggalkan berita sama sekali, melainkan kita juga harus mengerti bahwa berita mampu menginspirasi pelaku pasar untuk melakukan tindakan tertentu ( buy / sell ) sehingga berita dapat kita gunakan untuk memprediksi kemana arah pergerakan harga.

Saat awal pembukaan market pelaku mulai memasang transaksi ( buy / sell ) pada awal, pertengahan ataupun akhir sesi pada volume transaksi tertentu akan terjadi kejenuhan terhadap transaksi yang sama, sehingga dapat terjadi perubahan arah harga. indikator diatas menunjukan sinyal volume transaksi yang terjadi di pasar, pada timing 4 jaman, dapat kita perhatikan apabila chart ibdikator berwarna kuning telah menyentuh level angka +200 atau diatasnya maka kita bersiap untuk sell, apabila dibawah -200 maka kita bersiap untuk buy,, dengan take profit antara 50-100 poin.

Pada posisi indikator +200 artinya kebanyakan trader elah melakukan aksi buy secara berlebihan sehingga terjadi kejenuhan pasar, maka yang terjadi trader akan melepas pada harga tersebut, setelah banyak trader take profit, maka yang terjadi adalah pembalikan harga. silakan boleh anda lihat sendiri pada kondisi ini maka candlestick akan membentukformasi pembalikan. begitu pula sebaliknya apabila posisi -200 maka akan terjadi pembalikan.

silakan gunakan indikator ini pada periode 4 jam (H4) take rofit 50-100 poin stop loss 35 poin. selamat mencoba. klik disini untuk buka akun